Nyeri Sendi - Penyebab dan Mengatasi

Diposting oleh Admin pada 16 Februari 2022

Nyeri sendi merupakan sebuah kondisi dimana munculnya rasa sakit atau peradangan, rasa tidak nyaman pada setiap bagian dari sendi. Hal ini termasuk pada tulang-tulang lainnya juga yaitu tulang rawan, tulang ligamen, tulang tendon, bahkan otot. Penyakit ini paling sering mengacu pada arthritis atau arthralgia yang merupakan peradangan atau rasa sakit dari dalam sendi itu sendiri.

 

Terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang rentan mengalami nyeri sendi antara lain:

  1. Obesitas atau kelebihan berat badan dapat memberi tekanan berlebih dan stres pada sendi terutama pada bagian lutut.

  2. Semakin bertambahnya usia, resiko seseorang mengalami nyeri sendi juga semakin meningkat.

  3. Cedera juga dapat berpengaruh, biasanya cedera yang terjadi pada saat berolahraga bisa meningkatkan resiko terjadinya nyeri sendi pada seseorang.

  4. Merokok merupakan kebiasaan berbahaya bagi tubuh dan berpengaruh terhadap nyeri kronis, termasuk nyeri sendi.

 

Kebanyakan penyebab rasa sakit nyeri sendi berasal dari radang sendi. Faktor lainnya juga dapat berupa infeksi virus, gejala awal yang biasanya timbul adalah gangguan sendi atau timbulnya gangguan sendi kronis, gout atau arthritis kalsium pirofosfat. Terdapat juga beberapa faktor yang kurang umum yaitu penyakit Lyme, infeksi bakteri gonore dan streptokokus, artritis reaktif, dan asam urat. 

 

Sementara itu, terdapat beberapa jenis faktor yang biasanya berakibat pada sakitnya atau nyerinya beberapa sendi sekaligus. Faktor yang paling sering disebabkan oleh gangguan inflamasi seperti rheumatoid arthritis, psoriatic arthritis, atau systemic lupus erythematosus, osteoporosis gangguan non inflamasi , artritis idiopatik remaja.

 

Terdapat juga beberapa gangguan peradangan kronis yang mempengaruhi tulang belakang serta sendi ekstremitas atau sendi perifer. Contohnya adalah, ankylosing spondylitis lebih umum mempengaruhi bagian bawah tulang belakang, sedangkan rheumatoid arthritis lebih khas mengenai bagian atas dari tulang belakang di leher. Gangguan yang paling umum di luar sendi yang menyebabkan nyeri di sekitar persendian adalah fibromyalgia, polymyalgia rheumatica, dan bursitis atau tendinitis.

 

Terdapat juga beberapa gejala nyeri sendi yang biasanya dirasakan. Hal tersebut dapat bervariasi tergantung dari penyebabnya. Berikut merupakan karakteristik dari nyeri sendi:

  1. Rasa nyeri terasa jauh ke dalam sendi

  2. Rasa nyeri dapat membaik dengan istirahat

  3. Rasa nyeri tidak terasa di pagi hari, namun semakin memburuk sepanjang hari

  4. Rasa nyeri dapat menyebar ke bokong, paha, atau bahkan pada bagian selangkangan

  5. Rasa nyeri sendi mempengaruhi pada postur dan gaya berjalan

  6. Rasa nyeri muncul setelah sendi digunakan aktivitas

  7. Adanya pembengkakan di persendian

  8. Tidak bisa menggerakkan sendi dengan normal

  9. Merasa sensasi tulang kisi atau menangkap sesuatu saat menggerakkan persendian

Tanda lainnya dapat berupa rasa sakit saat melakukan kegiatan tertentu, seperti berdiri dari posisi duduk atau menggunakan tangga, nyeri yang mengganggu pekerjaan, aktivitas sehari-hari, dan olahraga, nyeri yang meningkat dengan cuaca hujan, dan kekakuan sendi hal pertama di pagi hari yang membaik seiring berjalannya waktu.

 

Terdapat beberapa cara dalam melakukan diagnosis nyeri sendi. Biasanya setelah wawancara medis dan pemeriksaan fisik, dokter dapat menganjurkan pemeriksaan penunjang antara lain:

  1. Tes cairan sendi dengan memasukkan jarum ke dalam sendi untuk mengambil cairan dalam sendi yang nantinya akan dilakukan pengujian. Pengujian ini dilakukan jika terdapat tanda sendi yang membengkak

  2. Tes darah untuk autoantibodi. Contoh dari tes tersebut adalah antibodi antinuklear, DNA anti-untai ganda, peptida anti cyclic citrullinated, dan faktor reumatoid. Autoantibodi dalam darah dapat menunjukkan gangguan autoimun seperti rheumatoid arthritis atau lupus eritematosus sistemik

  3. ESR atau laju endap darah adalah tes yang mengukur tingkat sel-sel darah merah menetap di bagian bawah tabung tes yang berisi sampel darah. Darah yang mengendap dengan cepat biasanya berarti bahwa peradangan seluruh tubuh mungkin terjadi, Meski begitu, terdapat banyak faktor yang dapat mempengaruhi tes ESR, termasuk usia dan anemia, sehingga tes ini kadang-kadang tidak akurat. Kadang dilakukan tes darah lain yang disebut protein C-reaktif

  4. Tes radiologi juga kadang diperlukan, terutama pada saat ada kemungkinan tulang atau tumor sendi. Namun, biasanya terlebih dahulu dilakukan sinar-X sebelum melakukan tes radiologi

  5. Terkadang CT scan atau MRI juga diperlukan untuk melihat struktur lain yang lebih lunak selain tulang

 

Penyakit nyeri sendi juga dapat diobati dengan cara mengatasi kondisi yang menjadi penyebab dasarnya. Misalnya seperti orang dengan gangguan autoimun mungkin memerlukan obat yang menekan sistem kekebalan tubuh. Orang dengan infeksi gonore pada sendi membutuhkan antibiotik. Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengobati nyeri sendi:

  1. Pada sendi yang mengalami peradangan dapat diberi obat-obatan yang dapat mengurangi peradangan dengan obat anti inflamasi non steroid (NSAID). Nyeri tanpa peradangan biasanya dapat diobati dengan aman menggunakan acetaminophen

  2. Membebat sendi dengan belat atau sling dapat membantu menghilangkan rasa sakit pada sendi

  3. Menerapkan kompres panas juga dapat mengurangi rasa sakit dengan menghilangkan kejang pada otot disekitar sendi.

  4. Menerapkan kompres dingin dapat membantu menghilangkan rasa sakit yang disebabkan oleh peradangan sendi. Untuk kompres dapat diterapkan selama kurang lebih 15 menit untuk memungkinkan penetrasi kedalam kulit

Setelah rasa sakit atau peradangan berkurang, dapat dilakukan terapi fisik yang dapat berguna untuk mendapatkan kembali atau mempertahankan berbagai gerakan dan memperkuat otot-otot disekitar sendi. Pada orang dengan arthritis kronis, aktivitas fisik lanjutan penting untuk mencegah kekakuan sendi permanen dan kehilangan otot.

 

Cara pencegahan terhadap nyeri sendi, terutama karena peradangan atau arthritis, adalah dengan kompres es, kompres air hangat, fisioterapi, akupuntur, serta pijatan guna meredakan nyeri sendi di lutut dan pinggul. Olahraga yang memungkinkan untuk bergerak dalam batas-batas rasa sakit dan tidak menyebabkan rasa sakit lebih lanjut ke sendi juga bisa dilakukan sebagai langkah pencegahan. Selain itu, jika pada serangan akut, disarankan untuk tidak beraktivitas berat atau menggunakan sendi secara berlebih dan istirahat yang cukup. 

 

Referensi

Healthline “What to Know About Joint Pain”. Diakses pada 2021.

Mayo Clinic “Joint pain”. Diakses pada 2021.

 

 

Artikel Terkait

Perbedaan Batuk Pilek Biasa dan Covid, Serta 6 Solusi Pengobatannya
Mengenali Gejala Omicron dan Pencegahan Yang Direkomendasikan
Manfaat Pepaya Untuk Meredakan Asam Lambung
Nyeri Sendi - Penyebab dan Mengatasi
Live Chat